Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Minggu, 12 Januari 2014

Makna Pringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Setiap tanggal 12 Robbiul Awal, umat Islam memperingati Hari Maulid Nabi, yaitu hari kelahiran Muhammad saw. Beliau dilahirkan di Mekkah pada 12 Robbiul Awal tahun Gajah, bertepatan dengan 12 April 571 M.
Menurut pakar tafsir Alquran yang juga mantan Menteri Agama RI, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, peringatan Maulid Nabi tetap penting dilaksanakan. Selain untuk terus meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah saw. juga dalam rangka mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw. sejatinya bukan semata-mata perayaan yang hampa makna atau sekedar berhura-hura. Peringatan yang telah berkembang jauh setelah rasul wafat tersebut merupakan ungkapan penghormatan tertinggi kepada beliau. Namun, sebagian kelompok muslim, terutama kalangan Salafiah dan Wahabi, berpendapat bahwa perayaan Maulid Nabi Muhammad saw. adalah bid'ah (mengada-adakan dalam urusan agama).
Pendapat tersebut benar jika peringatan Maulid hanyalah ritual yang justru tidak menambah sentuhan mahabbah (cinta) terhadap Nabi Muhammad saw., menghamburkan materi, energi, dan waktu. Kendati tidak pernah diajarkan Nabi, perayaaan hari lahirnya tetap bernilai ibadah selama berniat menghadirkan keteladanan. Nabiyullah yang menjadi junjungan seluruh umat di dunia. Terlebih ketika umat Islam dan peradaban dunia modern mengalami krisis keteladanan dalam melanjutkan amanah Allah swt. di muka bumi.
Masyarakat muslim Indonesia menyambut Maulid Nabi Muhammad saw. dengan mengadakan perayaan keagamaan, seperti pembacaan selawat Nabi, syair Barjanzi, kitab Maulid ad-Diba'i, dan kitab Burdah, serta mengadakan pengajian atau pun selawatan. Menurut peninggalan Jawa, bulan Robbiul Awal disebut bulan Mulud. Khusus di Yogyakarta dan Solo, terdapat ritual Grebeg Mulud yang biasa dirayakan dengan perayaan Sekaten yang diiringi gamelan.
Makna Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. diperkirakan pertama kali muncul setelah diperkenalkan oleh Abu Said al-Qakburi, seorang Gubernur Irbil di Irak, pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin al-Ayyubi (1138-1193). Ada pula yang berpendapat bahwa gagasan tersebut justru berasal dari Sultan Salahuddin. Tujuannya adalah untuk membangkitkan kecintaan kepada Nabi Muhammad saw. dan meningkatkan semangat kaum muslimin yang tengah berjuang melawan pasukan Kristen Eropa dalam Perang Salib. Sultan Salahuddin al-Ayyubi juga menyampaikan pesan bahwa peringatan Maulid Nabi menjadi sarana penting untuk membangkitkan semangat keislaman umat dengan meneladani akhlak dan kepribadian Rasul.
Sungguh tak berlebihan jika sekarang pun, peringatan ini menjadi kesempatan baik dan titik awal untuk memperbaiki diri, keluarga, dan membangun masyarakat. Bagaimana pun, memperingati hari lahir Nabi Muhammad saw. sebagai manusia teladan bukanlah untuk mendewakannya, melainkan untuk mengambil hikmah dan semangat pengabdian Nabi Muhammad saw. sebagai hamba Allah swt. yang mengabdi sepenuhnya kepada Sang Rabb.
Peringatan Maulid Nabi justru mengajak umat Islam untuk mengenal sejarah perjalanan hidup Rasulullah dan mengambil hikmah darinya. Ketika masih berusia tujuh bulan di dalam kandungan ibunda, ia telah menjadi anak yatim. Abdullah, sayang ayah meninggal sebelum sempat menimangnya. Kemudian pengasuhan Muhammad dipercayakan kepada Halimah, seorang ibu susuan dari Bani Sa'ad. Muhammad tinggal bersama keluarga Sa'ad hingga mencapai usia lima tahun. Usai berada dalam asuhan Halimah, kembalilah Muhammad kepada ibundanya, Aminah. Sayang, Aminah pun akhirnya wafat. Sepeninggal ibuya, Muhammad diasuh sang kakek, Abdul Mutthalib. Untuk selanjutnya, perjuangan dan kesulitan hidup senantiasa mendera Rasul pilihan dan pencerah umat di dunia itu.
Keteladan demi keteladan telah beliau berikan untuk seluruh kehidupan yang terbentang di alam raya. Berjuta kearifan pun sudah beliau wariskan kepada umatnya, tanpa setitik terbersit keinginan untuk dikenang atau diingat dengan berbagai perayaan. Akhirnya, setahap demi setahap, zaman kegelapan beralih ke zaman pencerahan. Sungguh, risalah Nabi Muhammad saw. tidak akan sirna kendati tergerus waktu yang terus bergulir. Inilah yang semestinya dipungut umat Islam dari peringatan Maulid Nabi Muhammad saw.

Jumat, 06 Desember 2013

Tips Saat Pikiran Penuh Beban Agar Jadi Ringan

Ada banyak hal yang bisa dilakukan seseorang yang sedang dibebani pikiran demi meringankannya. Ini diperlukan agar kita tak mudah mengalami depresi yang sifatnya destruktif.
Psikolog Klinis Psikolog Klinis dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Heri Widodo, M.Psi, menjelaskan, sepanjang hidupnya manusia akan selalu `dibebani oleh pikiran`. Di satu sisi, sebenarnya ini berdampak positif juga. Namun, jika berlebihan akan membuat depresi.

"Dengan adanya “beban pikiran”, manusia akan didorong terus untuk menggerakkan berbagai fungsi dirinya (kognitif, emosi, dsb). Hal ini yang membuat kehidupannya menjadi dinamis," kata Heri.

1. Mengelola masalah
Cara ini kita lakukan jika masalah yang kita hadapi adalah masalah yang dapat ditangani. Misalnya saja saat kita stress karena mobil kita rusak, maka kita bisa memanggil orang untuk memperbaikinya atau saat hubungan kita rusak dengan orang lain, kita dapat datang dan memperbaiki hubungan tersebut.

2. Mengelola perasaan/emosi
Beberapa masalah adalah masalah yang tidak dapat diselesaikan. Misalnya saja ditinggal pergi untuk selamanya oleh orang yang kita cintai. Tentu saja yang dapat dilakukan bukanlah mengubah masalahnya namun mengubah perspektif kita terhadap peristiwa itu dan dengan demikian akan memperbaiki emosi/perasaan kita.

3. Mencari dukungan sosial
Kehadiran orang lain merupakan faktor penting dalam budaya kita. Saat kita menghadapi masalah, kehadiran orang lain yang merupakan figur dekat / berpengaruh akan menjadi faktor penting dalam menghadapi masalah dan mengurangi beban pikiran kita

Kamis, 28 Maret 2013

Kerusakan Lingkungan


PENGERTIAN LINGKUNGAN

Kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari lingkungannya. Baik lingkungan alam maupun lingkungan sosial. Kita bernapas memerlukan udara dari lingkungan sekitar. Kita makan, minum, menjaga kesehatan, semuanya memerlukan lingkungan.

Pengertian lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar manusia yang memengaruhi perkembangan kehidupan manusia baik langsung maupun tidak langsung. Lingkungan bisa dibedakan menjadi lingkungan biotik dan abiotik. Jika kalian berada di sekolah, lingkungan biotiknya berupa teman-teman sekolah, bapak ibu guru serta karyawan, dan semua orang yang ada di sekolah, juga berbagai jenis tumbuhan yang ada di kebun sekolah serta hewan-hewan yang ada di sekitarnya. Adapun lingkungan abiotik berupa udara, meja kursi, papan tulis, gedung sekolah, dan berbagai macam benda mati yang ada di sekitar.

Seringkali lingkungan yang terdiri dari sesama manusia disebut juga sebagai lingkungan sosial. Lingkungan sosial inilah yang membentuk sistem pergaulan yang besar peranannya dalam membentuk kepribadian seseorang.

LINGKUNGAN HIDUP

Secara khusus, kita sering menggunakan istilah lingkungan hidup untuk menyebutkan segala sesuatu yang berpengaruh terhadap kelangsungan hidup segenap makhluk hidup di bumi.

Adapun berdasarkan UU No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda dan kesatuan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang melangsungkan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya.

Unsur-unsur lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
Unsur Hayati (Biotik)
Unsur Sosial Budaya
Unsur Fisik (Abiotik)
KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP

Berdasarkan faktor penyebabnya, bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup Akibat Peristiwa Alam

Berbagai bentuk bencana alam yang akhir-akhir ini banyak melanda Indonesia telah menimbulkan dampak rusaknya lingkungan hidup. Dahsyatnya gelombang tsunami yang memporak-porandakan bumi Serambi Mekah dan Nias, serta gempa 5 skala Ritcher yang meratakan kawasan DIY dan sekitarnya, merupakan contoh fenomena alam yang dalam sekejap mampu merubah bentuk muka bumi.Peristiwa alam lainnya yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:

a. Letusan gunung berapi

Letusan gunung berapi terjadi karena aktivitas magma di perut bumi yang menimbulkan tekanan kuat keluar melalui puncak gunung berapi.Bahaya yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi antara lain berupa:
Hujan abu vulkanik, menyebabkan gangguan pernafasan.
Lava panas, merusak, dan mematikan apa pun yang dilalui.
Awan panas, dapat mematikan makhluk hidup yang dilalui.
Gas yang mengandung racun.
Material padat (batuan, kerikil, pasir), dapat menimpa perumahan, dan lain-lain.
b. Gempa bumi

Gempa bumi adalah getaran kulit bumi yang bisa disebabkan karena beberapa hal, di antaranya kegiatan magma (aktivitas gunung berapi), terjadinya tanah turun, maupun karena gerakan lempeng di dasar samudra. Manusia dapat mengukur berapa intensitas gempa, namun manusia sama sekali tidak dapat memprediksikan kapan terjadinya gempa.

Oleh karena itu, bahaya yang ditimbulkan oleh gempa lebih dahsyat dibandingkan dengan letusan gunung berapi. Pada saat gempa berlangsung terjadi beberapa peristiwa sebagai akibat langsung maupun tidak langsung, di antaranya:
Berbagai bangunan roboh.
Tanah di permukaan bumi merekah, jalan menjadi putus.
Tanah longsor akibat guncangan.
Terjadi banjir, akibat rusaknya tanggul.
Gempa yang terjadi di dasar laut dapat menyebabkan tsunami (gelombang pasang).
c. Angin topan

Angin topan terjadi akibat aliran udara dari kawasan yang bertekanan tinggi menuju ke kawasan bertekanan rendah.

Perbedaan tekanan udara ini terjadi karena perbedaan suhu udara yang mencolok. Serangan angin topan bagi negara-negara di kawasan Samudra Pasifik dan Atlantik merupakan hal yang biasa terjadi. Bagi wilayah-wilayah di kawasan California, Texas, sampai di kawasan Asia seperti Korea dan Taiwan, bahaya angin topan merupakan bencana musiman. Tetapi bagi Indonesia baru dirasakan di pertengahan tahun 2007. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi perubahan iklim di Indonesia yang tak lain disebabkan oleh adanya gejala pemanasan global.

Bahaya angin topan bisa diprediksi melalui foto satelit yang menggambarkan keadaan atmosfer bumi, termasuk gambar terbentuknya angin topan, arah, dan kecepatannya. Serangan angin topan (puting beliung) dapat menimbulkan kerusakan lingkungan hidup dalam bentuk:
Merobohkan bangunan.
Rusaknya areal pertanian dan perkebunan.
Membahayakan penerbangan.
Menimbulkan ombak besar yang dapat menenggelamkan kapal.
2. Kerusakan Lingkungan Hidup karena Faktor Manusia

Manusia sebagai penguasa lingkungan hidup di bumi berperan besar dalam menentukan kelestarian lingkungan hidup. Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi mampu merubah wajah dunia dari pola kehidupan sederhana sampai ke bentuk kehidupan modern seperti sekarang ini.

Namun sayang, seringkali apa yang dilakukan manusia tidak diimbangi dengan pemikiran akan masa depan kehidupan generasi berikutnya. Banyak kemajuan yang diraih oleh manusia membawa dampak buruk terhadap kelangsungan lingkungan hidup.

Beberapa bentuk kerusakan lingkungan hidup karena faktor manusia, antara lain:

Terjadinya pencemaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak adanya kawasan industri.
Terjadinya banjir, sebagai dampak buruknya drainase atau sistem pembuangan air dan kesalahan dalam menjaga daerah aliran sungai dan dampak pengrusakan hutan.
Terjadinya tanah longsor, sebagai dampak langsung dari rusaknya hutan.
Beberapa ulah manusia yang baik secara langsung maupun tidak langsung membawa dampak pada kerusakan lingkungan hidup antara lain:
Penebangan hutan secara liar (penggundulan hutan).
Perburuan liar.
Merusak hutan bakau.
Penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman.
Pembuangan sampah di sembarang tempat.
Bangunan liar di daerah aliran sungai (DAS).
Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan di luar batas.

Dampak Kerusakan Lingkungan dan Upaya Penanggulangan Kerusakan Lingkungan




Pada saat ini terjadinya kemerosotan kualitas lingkungan sudah menjangkau ke berbagai kehidupan seperti : terjadinya mutasi gen manusia terselubung, hujan asam, dampak rumah kaca, penipisan lapisan ozon yang terus meningkat.

Mutasi Gen Manusia Terselubung
Disebabkan karena berkembangnya teknologi kedokteran misalnya adanya penggunaan sinar ronzen, sinar laser, getaran ultra sonic, sehingga mengakibatkan merosotnya daya tahan manusia secara alami yang hanya dapat dipertahankan dengan dukungan teknologi yang makin lama makin dituntut kecanggihannya

Hujan Asam
Berasal dari industri-industri yang dalam operasinya melepaskan berton-ton sulfur dioksida (SO2), Nitrogen Dioksida (NO¬2) dan Karbondioksida (CO2) ke ke udara sehingga menyebabkan terjadinya interaksi antara SO2, NO2 dan CO2 menjadi Asam Sulfat (H2SO4) sehingga air hujan akan mengandung H2SO4, HNO3 dan H2CO3. Hal ini akan menyebabkan hujan dengan pH lebih kecil dari 5,6 sehingga dapat merusak butir-butir klorofil pada tumbuhan yang dapat mengganggu aktivitas fotosintesis yang akhirnya dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, selain itu juga dapat mengakibatkan benda logam merusak berbagai bangunan dari marmer, tegel dan beton.

Dampak Rumah Kaca
Terjadi karena meningkatnya lapisan gas, terutama gas CO2 yang menyelubungi bumi, gas tersebut berasal dari berbagai kegiatan manusia, selimut gas rumah kaca ini mengakibatkan refleksi balik sinar / panas dari matahari membalik memantul kembali ke bumi. Akibatnya adalah naiknya suhu bumi atau perubahan iklim global.

Lubang Lapisan Ozon
Lapisan ozon ini mengalami kerusakan oleh bahan kimia, seperti halon dan CFC (Chlorfluorcarbon) yang dihasilkan oleh gerosol, mesin pendingin dan proses pembuatan plastik atau karet busa untuk berbagai keperluan,jika lapisan ozon mengalami kerusakan, terjadi lubang-lubang maka sinar ultraviolet akan masuk langsung ke bumi.

Pengelolaan Lingkungan
Kemampuan daya dukung lingkungan hidup sangat terbatas baik secara kuantitas maupun kualitasnya sehingga pemerintah dalam pengelolaan lingkungan hidup membuat aturan yang dituangkan dalam UU No. 23 tahun 1997 pengertian lingkungan hidup yang tercantum dalam UU No. 4 tahun 1982 atau No. 23 tahun 1997 adalah sebagai suatu kesatuan ruang yang terdiri dari benda, daya, keadaan, makhluk hidup, termasuk didalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia dan makhluk hidup lainnya. Komponen lingkungan terdiri dari tiga komponen utama yaitu fisik, biotis, dan sosekbudkesmas. Dalam pengelolaan lingkungan hidup, perlu dilakukan berbagai upaya pengembangan yang berwawasan lingkungan dengan meningkatkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif yang ditimbulkan.

Pengelolaan Lingkungan hidup adalah upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan seperti penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan dan pengendalian lingkungan hidup (UU No. 23 tahun 1997 pasal 1 dan 2) upaya dalam melestarikan lingkungan biasanya dikaitkan dengan upaya pencegahan atau penanggulangan dampak yabng ditimbulkan oleh kegiatan pembangunan. Asas yang menjadi pedoman pelaksanaan adalah pengelolaan lingkungan hidup untuk menunjang pembangunan yang berkesinambungan (berkelanjutan) sehingga tercapai tujuan yang diharapkan dalam pengelolaan lingkungan hidup yang menjamin terciptanya keselarasan hubungan antar manusia dan lingkungan hidup. Kewajiban memelihara lingkungan diatur dalam bentuk keharusan (mandatory) yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan atau dilakukan secara sukarela (Voluntary) melalui konsep pengelolaan yang disetujui bersama (Darmakusuma)

Perangkat pengelolaan lingkungan adalah sebagai berikut :

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL)
Merupakaan telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak penting dari suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan terhadap lingkungan hidup (PPRI No. 27 tahun 1999 tentang AMDAL). Penelaahan dampak penting dari aktivitas atau kegiatan pembangunan merupakan hal pokok yang mendominasi kegiatan studi AMDAL. Dampak penting adalah perubahan lingkungan yang sangat mendasar yang disebabkan oleh suatu usaha kegiatan (PP 51/1993 pasal 1 dan 9)

Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL)
Merupakan perangkat preventif dalam pencegahan dan penanggulangan dampak lingkungan yang merupakan dokumen yang dibuat pada fase perencanaan suatu kegiatan pembangunan. Sebagai kelengkapan dalam memperoleh perizinan. Penyelenggaraan pengelolaan lingkungan dengan memanfaatkan perangkat sukarela dianggap sebagai gambaran kepeduliaan yang lebih tinggi dalam upaya pengelolaan lingkungan, karena datangnya dari hati nurani yang memikirkan kerugiannya atau dampak negatif. Masalah lingkungan telah mendapat perhatian yang luas di berbagai negara sejak dasawarsa 1970-an hingga sekarang. Konferensi lingkungan hidup sedunias di Stockholm pada tahun 1972 menghasilkan keputusan yang sangat positif, penanganannya telah banyak dilakukan baik oleh masing-masing-masing negara seluruh dunia, seperti rusaknya lapisan ozon, masalah perubahan iklim global dll ini semua menunjukkan bahwa dalam melakukan pembangunan perlu dilakukan melalui pendekatan ekologis.

Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL)
Perubahan lingkungan yang disebabkan oleh pembangunan baik yang direncanakan maupun diluar rencana, tidak akan menurunkan atau menghapus kemampuan lingkungan untuk mendukung kehidupan kita pada tingkat kualitas hidup yang lebih tinggi

Untuk mencapai tujuan ini hasil AMDAL haruslah berupa rencana pengelolaan lingkungan, rencana pengelolaan lingkungan tersebut terdiri dari dua bagian yaitu rencana penanganan dampak dan pemantauan dampak.
Tujuan penanganan adalah untuk memperbesar dampak positif dan memperkecil dampak negatif. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam penanganan dampak adalah :

Penanganan dampak harus mencakup pertimbangan lingkungan rantai kehidupan ini kita runutkan terus, tidak akan ada habisnya. Oleh karena itu, kita hanya berhenti sampai pada perkiraan dampak penanganan dampak dengan memilih metode penanganan dampak yang diketahui dengan kepercayaan tinggi

Beberapa jenis dampak hanya memerlukan cara penanganan yang sederhana serta dampaknya sangatlah kecil terhadap lingkungan sehingga dampak penanganan tersebut dapat diabaikan

Penanganan dampak dimulai dari pemilihan alternatif proyek
Penanganan dampak memerlukan biaya
Penanganan dampak mencakup penanganan dampak positif, pihak pemrakarsa sering tidak tertarik untuk memanfaatkan dampak positif.